
Cilegon Berhasil Menjadi Kota Penghasil Baja Terbesar di Asia Tenggara.
CILEGON – Sejak tanggal 20 April 1999, Cilegon resmi menjadi kota administratif yang terpisah dari Kabupaten Serang melalui pemekaran wilayah dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999.
Memiliki luas wilayah sekitar 162,51 km² dengan jumlah penduduk sekitar 476.870 jiwa, Cilegon hingga kini telah berkembang pesat menjadi pusat industri utama di Indonesia, khususnya di sektor industri baja. Cilegon mengalami kemajuan signifikan terutama dalam sektor ekonomi, perdagangan, hingga transportasi.
Cilegon dikenal sebagai “Kota Baja” karena menjadi rumah bagi pabrik baja terbesar di Asia Tenggara, yaitu Krakatau Steel. Dengan ekosistem baja yang eksis di kota Cilegon, produksi baja di Cilegon mencapai lebih dari enam juta ton setiap tahunnya sekaligus menjadikannya salah satu pusat industri baja terbesar di Asia Tenggara.
Selain itu, Cilegon berhasil meraih pencapaian ekonomi yang cukup membanggakan di tahun 2023. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Cilegon mencapai hingga Rp129,5 miliar. Kota ini pun dinobatkan sebagai salah satu kota paling tajir di Indonesia.
Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, upah buruh di Cilegon pun ikut meningkat. Di tahun 2025, Kota Cilegon menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp4.457.133, naik 6,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Potensi Pertumbuhan Ekonomi Cilegon
Cilegon yang memiliki potensi besar di sektor manufaktur khususnya untuk produk baja, kini terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi strategis di Provinsi Banten. Pada sektor perdagangan dan transportasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, menjadikan Kota Cilegon sebagai pusat logistik yang vital. Pertumbuhan ekonomi di Cilegon telah mencatatkan sektor primer sebesar 4,03%, sektor sekunder sebesar 3,72%, dan sektor tersier sebesar 6,30%.